In koreanmovie movie review

Review Film Korea Rampant : Zombie Menyerang Joseon

Official Poster RAMPANT (Source : IMDb)

Setelah bingung memutuskan konsep blog ini, hey guys! Aku bakal lebih fokus ke review-an ke depannya. Untuk mengawalinya, aku bakalan mulai dari review film-film lama yang pernah aku tonton.

Here we go!

RAMPANT

Official Poster RAMPANT (Source : Trailer Addict)

SINOPSIS :

Rampant berkisah tentang seorang anak raja bernama Lee Chung (Hyun Bin) yang merupakan seorang martial artist yang hebat. Ia dikirim ke dinasti Qing untuk menjadi tawanan politik. Pangeran Lee Chung memutuskan untuk kembali ke Korea setelah sekian lama dan  ia bertemu dengan Park Jong Sa (Jo Woo Jin) dan timnya yang sedang berjuang melawan hantu malam (yakgwi). Yakgwi adalah makhluk yang hanya mengamuk saat malam hari yang tidak hidup ataupun mati. Setelah mengetahui bahwa yakgwi telah menjadi keresahan di Joseon, Pangeran Lee Chung memutuskan untuk membantu penduduk dan bergabung dengan Park Jong Sa untuk melenyapkan yakgwi. Sementara itu di lain tempat, tangan kanan sang raja yang jahat, Kim Ja Joon (Jang Dong Gun), menyatakan bahwa tidak ada makhluk yang bernama “yakgwi” dan apa yang terjadi pada penduduk adalah virus yang menyebar. Ia melakukan hal tersebut karena Kim Ja Joon memiliki motif tersembunyi untuk bisa merebut kekuasaan negara. (Lebih lengkap klik di sini)

CAST

Official Poster RAMPANT (Source : Hancinema)

Pemeran utama :

Hyun Bin sebagai Lee Chung
Jang Donggun sebagai Kim Ja-joon

Pemeran pendukung :

Kim Euisung sebagai Raja Lee Jo
Jeong Mansik sebagai Hak Soo
Lee Sunbin sebagai Dokhee
Seo Jihye sebagai selir Jo
Jo Dal-hwan sebagai Biksu Daegil
Han Jieun sebagai selir Kyungbin
Heo Joonsuk sebagai pembunuh
Jung Yooahn sebagai Dolgae
Kim Taewoo sebagai Putra Mahkota Lee Young (cameo)

Lebih lengkap tentang pihak di belakang layar, klik di sini.

Zombie lagi zombie lagi

Bedanya yang ini zombie di era Joseon.

Saat pertama kali melihat premis yang di bawa, saya langsung tertarik. Zombie di era Joseon? Sebagai seorang penggemar drama sejarah, yang ini jelas tidak boleh saya lewatkan.

Historical movies or dramas, just bring it on me!

Banyak faktor menjanjikan, penuh dengan ekspektasi besar

Aktor terkenal, direktor berpengalaman dan sudah pernah kerja sama dengan pemeran utamanya di film sebelah (Confidential Assignment), premis kelihatan menjanjikan, budget lumayan besar, yang malah jauh lebih besar dari film zombie naik kereta sebelah, tentunya wajar jika kita punya ekspektasi lebih.

Apakah sesuai ekspektasi?

Aturan pertama untuk menarik penonton adalah poster. Jujur setelah melihat posternya yang tidak ada bedanya dengan drama biasa, saya kecewa.

Dan menurut saya, setelah poster, tiga menit kesan pertama itu penting sekali. Apakah saya akan tetap menonton, melewatkannya, atau justru mengabaikannya dan lebih menikmati snack saya, itu tergantung dari mood yang ada di tiga menit pertama.

Kesan pertama saya, opening-nya kurang nendang. Kalau di Twitter, kurang "nendankkk" pakai k tiga kali biar puas. Pemilihan scene di alur mundur tepat di opening kalau directing-nya tidak bagus tidak akan membawa kesan yang baik, maksud saya kesan penasaran.

Maksud saya lagi, alurnya bisa ditebak.

Sangat bisa ditebak.

Selain itu pengembangan karakter yang tidak jelas malah tambah bikin tidak menarik. Padahal ada aktor kelas SS alias zzuupperrsss dan banyak aktor kelas A lainnya yang aktingnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Apakah film ini melewatkan akting bagus dan nama besar para pemainnya?

Ya. Sayang sekali, ya.

Dan sebagai film tentang zombie-zombie-an, apakah film ini seram?

Creepy but not really. Saya sebagai seseorang yang kagetan dan ada di barisan paling depan jika menolak film seram, saya masih bisa mengatasinya. Masalahnya setiap adegan sering kehilangan momentum untuk efek jumpscare. Satu-satunya yang bikin saya ngeri adalah waktu adegan bapak-bapak bang toyib yang baru pulang ke rumah dari berlayar di malam hari ituloh, yang sama istri dan anaknya, nggak mau spoiler, ah! Itu saya sampai tarik nafas. Sementara lainnya, please adegan di bawah meja, tempat tidur, etc, di film ini itu sudah terlalu biasa. Apalagi musik di film ini tidak mendukung suasana.

Musicality : error 404 not found.

Sangat kosong.

Dan sinematografinya juga tidak bisa membantu. Standar, tidak bisa membuat saya terkagum akan indahnya suasana. Padahal set filmnya sudah bagus.

Yang secara tulus akan saya kasih pujian adalah sword-fight atau pertarungan dengan pedang di film ini. Hyun Bin di sini berperan sebagai seorang ahli "gelut", menurut saya dia bisa memerankannya dengan baik. Untuk petarung yang lain juga. Seandainya pengambilan gambar dan musiknya lebih  bagus, kita pasti akan terkagum-kagum dengan pertarungan para manusia melawan yakgwi.

Sebenarnya membawa makhluk-makhluk ini ke jaman kerajaan bukan 100% ide baru. Saya sudah sering melihat drama atau film yang memasukkan unsur makhluk seperti vampire, atau monster kayak di film sebelah (Monstrum). Seharusnya Rampant bisa belajar dari film-film sebelumnya sehingga lebih bisa mengembangkan plot dan karakter yang mereka tawarkan.

Jadi apakah sesuai ekspektasi?

Plot = 6.5
Acting & Characters = 7
Direction =6.5
Cinematography, Special Effects, Editing = 6
Production Design = 7

Total = 33
Average =  6.6

Not recommended

But still, you should check it out if this kind of movie is your cup of tea.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In study tips

Caraku Meningkatkan Kemampuan Public Speaking



Pernahkah kalian berfikir untuk berbicara di depan publik? Melakukan MC-ing, melakukan presentasi, melakukan pidato? Bagi anak-anak sekolah, anak kuliahan, dan pekerja professional, bisa melakukan presentasi is a must! Tapi kalian pasti pernah mengalami gugup atau bahkan demam panggung. Aku juga, tapi aku berhasil mengatasinya.

Bagaimana caranya?

Sebenarnya waktu SD aku tuh sering banget jadi MC atau pembaca UUD 1945 setiap upacara, entah kenapa waktu SMP dan SMA aku jadi pemalu. Aku bahkan nggak berani ke kantor guru kalau nggak sama temanku. Ke ruangan kepala sekolah pun aku nggak pernah! Dan waktu aku disuruh maju presentasi, aku selalu keringat dingin. Pernah waktu di SMA aku ikut story telling competition dan aku hampir menangis saking gugupnya. Untungnya Miss Erika setia menenangkan dan berhasil bawa trofi, hehe.

Lalu waktu kuliah, aku punya tekat, aku harus menghilangkan rasa gugup setiap berbicara di depan orang-orang! Salah satu langkah yang aku lakukan adalah ikut organisasi. Di situ aku digembleng oleh kakak tingkat agar kemampuan public speaking-ku berkembang. Bayangkan, waktu pertama ketemu di diklat langsung disuruh presentasi dan menuangkan ide untuk rencana kegiatan organisasi. Mic yang aku pegang sampai hampir jatuh. Astaga, betapa gugupnya aku waktu itu.

Masih culun, gugup banget!


Lalu aku disuruh jadi MC sewaktu pelantikan panitia baru. Parah! Aku waktu itu tiba-tiba demam dan dapat kritikan tajam. Tapi setelahnya dari satu kegiatan ke kegiatan organisasi, wow, nervous-ku jadi berkurang. Aku yang memang selalu menjadi leader saat presentasi akhirnya bisa berbicara lancar.

Sakit bukanlah alasan!

Saat aku keluar organisasi ketika Ibu tidak ada, aku selalu berusaha mengambil kesempatan yang ada. Selalu mengiyakan kalau disuruh maju, berusaha mengungkapkan pendapat. Bahkan aku ketagihan ikut komunitas di luar kampus.

Hal bagusnya, kalian tahu kan kalau kita mau lulus kita harus melakukan sidang skripsi. Iya, poin paling besar dalam skripsi itu presentasi dan cara kita melindungi penelitian kita. Dan ya, aku berhasil melewati rintangan itu. Bahkan menjadi satu dari dua anak yang berhasil mendapatkan nilai A dalam skripsi. Nyari nilai di prodiku memang susah, hehe.

Sewaktu lulus kuliah pun aku tetap ikut organisasi untuk mengasah kemampuan public speaking-ku. Sekarang aku sedang ikut Kelas Inspirasi. Aku menjadi anggota divisi External Relations yang harus mensosialisasikan Kelas Inspirasi dan kegiatannya. Ada pengalaman seru. Di meet up kedua, aku langsung disuruh menjadi MC. Minim persiapan tidak membuatku mundur. Meskipun rundown acara belum jelas dan berubah, aku tetap melakukannya. I got some compliments tho, hehe.



Jadi, itu tadi caraku meningkatkan kemampuan public speaking-ku. Dengan ikut organisasi atau komunitas dan setia mencari pengalaman yang bisa membuatku berbicara di depan publik. Karena di organisasi kita harus bisa mengungkapkan pendapat/ide dan harus mau ditugaskan di posisi apapun setiap saat, bahkan menjadi MC yang belum pernah kamu lakukan seumur hidupmu.

Aku tidak bercanda ketika bicara aku sudah melalui lebih dari seratus presentasi dan MC-ing berkali-kali. Aku tidak menganggapnya beban. Kritikan orang lain semakin memotivasiku. Kalau disuruh maju, katakan “ya” tanpa ragu-ragu. Tidak ada kata malu-malu. Karena kita harus tampil demi pengalaman. Pengalaman yang membuat kita terbiasa. Dan dari terbiasa membuat kita jadi mahir.

Sekarang aku sudah tidak gugup. Saat berhadapan dengan orang, aku selalu menjadi pembuka pembicaraan. Dulu aku nggak berani loh, pasti orang yang ngajakin ngomong duluan, hehe. Sekarang “nggak seru kalau nggak ada Ika”. Bahkan beberapa anak nyuruh aku jadi penyiar radio karena ngobrol denganku nggak ada habisnya, adaaa ajaaa yang dibicarain.

Jadi mulai sekarang jangan malu-malu ya. Kalian harus cari pengalaman bicara yang sebanyak-banyaknya agar kemampuan public speaking kalian meningkat! Fighting!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In life

Kilas Balik 2018



Banyak sekali hal yang terjadi pada hidupku di tahun 2018. Kalau aku tengok ke belakang, aku bahkan terkejut bahwa aku bisa melewati semuanya. Terima kasih kepada Allah SWT yang masih memberiku kesehatan sehingga aku bisa melewati tahun 2018.

Bersama keluarga dan teman-teman, aku berhasil melewati berbagai halangan yang ada. Susah, sedih, senang, kami lewati bersama. Tanpa mereka, 2018-ku pasti tidak akan sebahagia ini.

Oleh karena itu, untuk mengenang semua hal di tahun 2018, aku akan meng-highlight tiga peristiwa besar dalam hidupku di tahun 2018.


Kuliah Kerja Nyata (KKN)

The one in the middle who posed awkwardly is me, LOL.

Aku mengawali tahun 2018 dengan KKN. Ditempatkan di salah satu desa di pelosok Kediri, rasanya campur aduk. Hampir setiap jam waktuku aku dedikasikan untuk menjalankan program kerja, meskipun revisi proposalku setia menanti. Ditambah lagi susahnya sinyal telepon di daerah tersebut. Wow, aku benar-benar jadi manusia batu.

Di KKN itu aku belajar banyak hal, utamanya pengendalian diri. 23 kepala yang asing satu-sama lain dalam satu rumah, bisa kalian bayangkan? Konflik pasti terjadi, hampir tidak mungkin KKN tanpa konflik. Setiap program kerja pasti ada saja yang bersungut-sungut. Normal. Aku selalu mengingatkan diri sendiri tujuanku di sini untuk melakukan “kerja nyata di masyarakat”. Buang saja semua ego dan fokus terhadap program kerja.

Beruntunglah kelompok kami berhasil melewatinya hingga akhir. Konflik, ah sudahlah. Yang jelas dengan KKN tersebut kita lebih bisa mendewasakan diri.

Oh ya, di KKN ini aku mengemban amanat sebagai sekretaris. Sebenarnya pekerjaanku sudah cukup banyak. Mencatat, mengetik, mencetak. Bolak-balik camp dan kampus. Tekanan di sana-sini. Belum lagi pekerjaan rumah yang ada. Dan program kerja yang harus aku jalankan. Jadi selama KKN metabolismeku sempat terganggu, berat badanku turun tiga kilo, haha. Tapi sudahlah, jadikan semuanya sebagai pelajaran. 


Skripsi
 
Ada bocah nyasar dan anggotanya kurang dua, eh.

Mengambil topik Data Mining, mata kuliah favoritku selama kuliah, aku cukup percaya diri menghadapi skripsi. Ditambah lagi aku mendapat dua orang dosen pembimbing yang katanya killer yang sudah berpengalaman di bidang tersebut, membuatku harus bekerja keras meruntuhkan tembok besar penghalang untuk meraih tulisan acc dari dosen pembimbing.

Bimbingan skripsi terjadi saat bulan puasa, jadi aku ingat sekali hampir setiap hari setelah shalat tarawih aku akan mencicil skripsiku sampai waktu sahur. Aku hampir jarang tidur waktu malam hari kala itu. Lagi pula kalau malam suasananya tenang, aku jadi lebih fokus mengerjakan skripsi. Meskipun saat paginya aku luar biasa kelelahan.

Hal yang membahagiakan selama skripsi ini adalah teman-teman yang saling support. I love you so much B-Star! Anak-anak B-Star saling mendukung. Ke perpus bersama, mencari wifi bersama, bingung bersama. Solidaritas bocah teknik memang tidak usah diragukan lagi.

Akhirnya kami berhasil melalui skripsi dengan baik, yay!


Wisuda


Setelah skripsi, saatnya wisuda!

9 orang anak B-Star berhasil di wisuda. Kami tersenyum bersama, bahagia akhirnya hari tersebut datang. Meskipun aku sempat terjebak macet, wisuda kampusku memang selalu menyumbang macet, aku tetap tepat waktu dan berkumpul bersama teman-teman!

Hari itu aku mendapatkan penghargaan dari kampus. Meskipun aku merasa tidak pantas, tapi dengan teman-temanku yang menyemangati, lebih tepatnya menggodaku, aku jadikan itu sebagai motivasi untuk lebih bersemangat lagi!

Pada wisuda itu Ayahku dan Bibiku hadir melihatku diwisuda. Senyum bahagia terkembang di wajah Ayah. Aku harap Ibuku di atas sana juga tersenyum melihatku. Ika sudah dewasa sekarang, Bu!


Itulah tiga hal menakjubkan yang terjadi padaku pada 2018. Semoga tahun 2019 ini semuanya menjadi lebih baik dari 2018. Aamiin.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In musik review

Playlist Terfavorit 2018



Hi! Hari ini aku akan membagikan playlist favoritku tahun 2018. Playlist ini akan dibagi menjadi 3, western, kpop dan Indonesia, yang setiap playlist-nya berisi 5 lagu. Aku juga akan memasukkan lagu-lagu yang tidak boleh ditinggalkan, meskipun bukan 5 besar, dalam honorable mention.

Sebenarnya ada banyak lagu bagus yang dirilis di tahun 2018. Aku sampai kebingungan milihnya. But still, I must choose my top 5 songs for each playlist! Okay, here we go!

Western Playlist

1. Bazzi & Camilla Cabello – Beautiful
2. Marshmello & Anne Marie - Friends
3. 5SOS - Young Blood
4. Cardi B, Bad Bunny & J Balvin – I Like It
5. Ariana Grande – No Tears Left to Cry

Playlist western-ku tahun ini berwarna, haha. Tahun ini aku mulai suka sama Bazzi. Lagu-lagunya bagus banget. Terus aku juga suka “Friends”, lagu kebangsaan para orang-orang yang di-friendzone-in crush-nya, haha. 5SOS, aku suka mereka dari dulu, and “Young Blood” makes me like them even more! 2018 tahunnya Cardi B, track-nya dia selalu memuncaki chart. But I love “I Liket It” from all her songs in 2018. Lalu Ari! Di saat orang-orang ngomongin “Thank U, Next”, aku tetap pada “No Tears Left to Cry”. Setiap denger lagu ini selalu ingat koreonya seksinya Jojo di Millenium DC, ups!

Kpop Playlist

1. K-Will – My Star
2. SHINee – Good Evening
3. NCT – Simon Says (Maafkan aku NCT U- Baby Don’t Stop 😭)
4. iKON – Killing Me
5. IU – Bbibbi

“My Star” is pure GOLD. Aku suka banget jazzy feelings yang ada di lagu ini. Bass-nya ugh, alat musik klasik yang jadi background-nya oh my gosh! Terus “Good Evening”. Aku juga suka “I Want You” dari SHINee, tapi sampai sekarang aku bahkan masih dengerin “Good Evening”. Ini nulisnya juga ditemenin “Good Evening”, haha. TO THE WORLD YEOGIN NCT!!! Lagu-lagu NCT selalu bagus, gak paham lagi. Aku bingung mau milih yang mana. Mulai dari Baby Don’t Stop di awal tahun, Drippin, City 127, No Longer, Simon Says, duh! Tapi yang NCT banget itu Simon Says sih. Andalannya NCT kan layering-nya itu, sama adlibs-nya, Markeuuuuu! Perkusi sama vocalnya astaga! Gak paham lagi! Terus “Killing Me” Disaat orang-orang memilih “Love Scenario”, aku akan ber-juketda ria. Tiap part juketda, tererereret, selalu goyangin kepala kayak orang gila. Kim Hanbin and Bobby rap tho! This song is sooo good! “BbiBbi”-nya IU! Lagu yang cocok banget buat menikmati perjalanan. Suka banget sama lagunya.

Indonesia Playlist

1. Mikha Tambayong & Rizki Febian – Berpisah Itu Mudah
2. Jaz – Teman Bahagia
3. Marion Jola & Rayi – Jangan
4. GAC – Lagu Hari Ini
5. Anji – Menunggu Kamu

Setelah mengamati perkembangan musik di Indonesia tahun 2018, bisa disimpulkan bahwa di Indonesia sekarang solois sedang berjaya! Banyak lagu solois yang populer tahun ini. Di playlist-ku ada kolaborasi Mikha Tambayong & Rizki Febian yang apik. Berpisah itu mudah~ Terus “Teman Bahagia”. This song, ugh! Marion Jola yang menang di MAMA, “Jangan” punya dia tidak diragukan lagi. Lagu baru GAC yang membuatku semangat hari ini! Dan baper bersama “Menunggu Kamu”-nya bang Anji. Bagus-bagus banget lagu Indonesia yang dirilis tahun ini.

Honorable Mention

1. One Ok Rock – Stand Out Fit In
2. Nicky Jam & J Balvin – Equis
3. All Asian Games Songs

Aku nggak tega meninggalkan “SOFI”-nya OOR. Meskipun orang-orang bilang OOR telah berubah. But hey, they still rockin’ it! Lagunya tetap enak dan penuh pesan bermakna. Sekali dengar langsung suka sama “SOFI”. J Balvin harus aku sebut ya, haha. Aku akhir-akhir ini memang suka lagu Latin, bikin pengen gerak. “Mi Gente” is still my fav, but “Equis” is also a good song. Terus lagu-lagu Asian Games! Mulai dari “Meraih Bintang”, “Asia’s Who We Are”, and my fav “Unbeatable”. Official theme songs-nya sukses menambah kemeriahan ajang Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia tahun 2018. Good job!

Dan itulah playlist favoritku tahun 2018. You guys should listen to those songs too! Semua lagunya sudah diseleksi secara ketat dan dijamin kalian gak akan kecewa deh! Buka platform musik yang kalian pakai, lalu search deretan lagu di atas. Selamat menikmati!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In review thai series

Review : THE GIFTED (Thai TV Series)


THE GIFTED Series Official Poster. Sumber : https://www.instagram.com/gmmtv/

Halo! Hari ini aku mau me-review sebuah series yang sedang hits di Thailand tahun 2018 ini, yup, THE GIFTED Series!

THE GIFTED Series memang sudah banyak menarik perhatian, bahkan ketika trailer-nya baru saja dikeluarkan, para penggemar Thai Series pasti gemas ingin segera menontonnya. Apalagi ditambah deretan aktor aktris muda yang populer dari GMMTV di dalamnya yang kemampuan acting-nya sudah tidak diragukan lagi, makin bikin penasaran, kan?

Saya sendiri juga sudah menantikan series ini sejak beberapa bulan lalu. Trailer yang menampilkan kilasan cerita dan sinematografi yang apik membuat saya langsung menambahkan playlist series ini dari channel GMMTV ke playlist Youtube saya. Untuk fans internasional seperti saya tidak perlu khawatir, series dari GMMTV ini menyediakan English subtitle bahkan Indonesian subtitle kok.

Ok, cue!

Note : Review ini ditulis pada 19 Oktober 2018. Di tanggal tersebut, THE GIFTED Series sudah menampilkan 10 episodenya dan menyisakan 3 episode lagi. Review akan diperbaiki ketika series telah tamat.

INTRO

 
THE GIFTED Series Official Trailer

Sinopsis :
Ritdha High School, sekolah yang tidak hanya memiliki gifted student (siswa berbakat), tetapi juga memiliki "Gifted Program", sebuah kelas yang hanya dihuni oleh siswa "spesial" yang terpilih untuk belajar di program ini. Suatu hari, "Pang", seorang siswa kelas 10 yang berada pada kelas terendah tiba-tiba lolos tes penempatan Gifted Program dengan alasan yang tidak diketahui. Kedatangannya ke dalam Gifted Program dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Dia dan kawan barunya di kelas tersebut mulai merasakan ada yang aneh dengan Gifted Program. Kemudian, mereka menyadari bahwa Gifted Program berusaha untuk membangunkan "potensi" di dalam diri mereka. Hidup mereka sedikit lagi akan berubah, sayangnya kekuatan besar yang akan memenuhi semua mimpi mereka datang dengan masalah. Kekuatan mereka itu hendak mengungkap sebuah rahasia yang sekolah coba untuk sembunyikan. [Sinopsis]

Directed by :
O Patcha Thongpan
Waasuthep Ketpetch
Sand Dhammarong Sermrittirong
Dome Jarupat Kanulla

Main Role :
Nanon Korapat Kirdpan sebagai Pang [Gifted ID : 060]
Chimon Wachirawit Ruangwiwat sebagai Wave [Gifted ID : 063]
Lily Apichaya Thongkham sebagai Namtarn [Gifted ID : 057]
Jane Ramida Jiranorraphat sebagai Claire [Gifted ID : 066]
Gun Atthaphan Phunsawat sebagai Punn [Gifted ID : 059]
Sing Harit Cheewagaroon sebagai Ohm [Gifted ID : 062]
Fiat Pattadon Janngeon sebagai Korn [Gifted ID : 058]
Puimek Napasorn Weerayuttvilai sebagai Mon [Gifted ID : 061]

Support Role :
Prame Pumipat Paiboon sebagai Nack
JJ Chayakorn Jutamat sebagai Jo [Gifted ID : 065]
AJ Chayapol Jutamat sebagai Jack [Gifted ID : 064]
Katreeya English sebagai Teacher Ladda
Victor Chatchawit Techarukpong sebagai Teacher Pom [Gifted ID : 004]
Bird Wanchana Sawasdee sebagai Kepala Sekolah

REVIEW

PLOT

THE GIFTED Series yang memiliki genre science fantasy suspense ini diadaptasi dari short film The Gifted (2015) dan novel The Gifted yang ditulis oleh P' Sand, yang juga berperan sebagai direktor di series ini. Saya sendiri belum pernah melihat short film tersebut dan belum pernah membaca novelnya, jadi penilaian saya pure dari THE GIFTED Series (2018) tanpa membandingkannya dengan short film dan novel.
Sejujurnya sinopsis yang ditawarkan cukup menarik. Permasalahan utama yang diangkat di series ini bukan permasalahan kenakalan remaja atau cinta remaja seperti di banyak Thai teen series lainnya. Tapi sebuah "sistem", yaitu Gifted Program. Saya suka bagaimana cerita ini dikemas dengan Pang sebagai "Hero"-nya, dan diceritakan dari sudut pandang Pang. Namun tidak meninggalkan sudut pandang dari karakter lain, yang diwujudkan dengan episode khusus untuk tiap karakter. Ada 7 karakter yang memiliki episodenya sendiri selain Pang. Dari keseluruhan episode per-karakter tersebut saya paling menyukai episode 5 tentang Punn, karena episode tersebut benar-benar mencerminkan genre science fantasy suspense dan ada penyelesaian (meskipun belum selesai sepenuhnya juga) tentang problema seorang Punn. Episode lain yang menjadi favorit saya adalah episode 8 tentang exam (ujian) dari Gifted Program. Ada 3 plot twist yang menarik menurut saya di sini, oke saya tidak boleh terlalu banyak memberi spoiler 😆
Jujur, siapapun yang menonton (termasuk saya) akan bingung ke mana alurnya akan dibawa. Karena sering menonton series saya biasanya mudah menebak sebuah ending, tetapi series ini membuat ending yang saya pikirkan bercabang alias saya tidak bisa menebak ending-nya.
Dari segi ceritanya, boleh saya katakan bahwa saya puas.

Plot Score : 8.9

ACTING AND CHARACTERS

Melihat Nanon Korapat sebagai main role dari series GMMTV sesungguhnya tidak mengherankan lagi. Dia memang spesialis pemeran utama protagonis. Dia bisa membawakan karakter Pang dengan baik. 
Aktor lain yang ingin saya beri kredit atas acting luar biasanya di series ini adalah Chimon Wachirawit. Penggemar Thai series akan terkejut dengan peran yang dipilih Chimon di series ini. Karakter Wave tidak se-soft karakter-karakter yang pernah dimainkan Chimon di series dia sebelumnya. Dia bisa membuat karakter Wave melekat pada dirinya, yang membuat orang bertanya-tanya, Chimon di real life begini juga gak ya? 😆 Menurut saya penampilan terbaik Chimon dalam karir acting-nya sejauh ini adalah di series THE GIFTED ini. Sepertinya memang banyak aktor aktris GMMTV yang menunjukkan performa terbaiknya dalam karir acting mereka di THE GIFTED Series.
Aktor selanjutnya yang harus saya beri kredit adalah Gun Atthaphan. Sangat mind-blowing! Bagus sekali! Karakter perfeksionis Punn sesungguhnya sangat sulit dimainkan. Memerankan si perfeksionis Punn membuat Gun harus menguasai banyak hal. Saya harus berikan empat jempol atas totalitasnya belajar banyak hal demi karakter Punn, seperti bermain biola, tenis meja, bela diri, menari, dan lainnya. Meskipun tidak semuanya perfect karena sesi menari di episode 5 cukup kaku menurut saya. Dan memainkan sisi gelap karakter Punn juga membutuhkan penghayatan yang dalam. Tidak ingin spoiler terlalu banyak, yang jelas sisi gelap karakter Punn pasti akan membuat penontonnya sesak nafas.
Bolehkah saya bilang saya jatuh cinta dengan karakter Teacher Pom yang diperankan dengan sangat baik oleh  Victor Zheng 😆 Saya sejujurnya kaget Victor bisa memainkan karakter orang dewasa dengan baik di sini. Lalu Miss Kat yang memerankan karakter Teacher Ladda. Luar biasa, saya selalu merasakan tensi darah naik setiap kemunculan Teacher Ladda. Sayang sekali, ada dua orang yang belum menunjukkan performa terbaiknya sebagai main role di cerita ini. Scene Lilly dan scene Puimek masih banyak yang terlihat awkward dan acting-nya perlu ditingkatkan.
Dan juga, ada sedikit celah di cerita tentang karakter si kembar AJ-JJ. Tidak ada episode khusus tentang mereka (entah bagaimana di 3 episode tersisa) dan kekuatan atau bakat si kembar yang masih menimbulkan pertanyaan besar bagi saya. Mereka memang "sync", ya tapi begitu saja kah? Memang sepertinya karena mereka bukan main role jadi tidak digali lebih lanjut. Atau mau disimpan untuk season selanjutnya? 😆

Acting and Characters Score : 9

DIRECTION

Saya harus bilang bahwa bagian terbaik dari series ini adalah di sini. THE GIFTED Series ini mungkin punya directing paling to the point dari seluruh series GMMTV. Temponya pas. Mungkin karena ada 4 direktor langsung yang menangani series ini. Lalu pemilihan story telling oleh karakter Pang juga sudah tepat. Story telling yang membawa alur cerita pada opening episode 1 harus dibilang remarkable. Opening dan ending ditampilkan dengan baik. Selain itu, dengan berjalannya episode, konfliknya juga semakin kompleks. Dan harus saya bilang tensinya berhasil. Shout out, ep 8 and ep 10!

Direction Score : 9.5

MUSIC

Mood waktu opening-nya, duh! Saya suka musik tanpa nyanyiannya di segala sisi episode, tidak men-distract fokus saya menonton series-nya. Apalagi memang disesuaikan dengan karakternya, misal perubahan musik pada opening episode 4, cocok sekali dengan karakter Claire! Musik yang ditampilkan pada episode Punn juga pas, sangat men-support scene dia! Mengenai OST, saya bukan penikmat musik Thailand sih, tapi lagunya enak didengar di telinga saya.

Music Score : 8.7

CINEMATOGRAPHY, SPECIAL EFFECTS, EDITING

Pengambilan gambarnya cukup unik, jika kita berbicara tentang GMMTV. Harus saya highlight lagi, pengambilan gambar opening episode 1 (karena episode 1 ini penting ya untuk menarik minat dan men-setting mood) dan scene Pang duduk di kursi ber-story telling ria itu remarkable. Coloring biru hitam yang digunakan di setiap episode juga bikin tone-nya terkesan dark dan creepy, padahal sih enggak serem sama sekali 😆 Kameranya juga jalannya smooth
Efek yang digunakan cukup bagus, tidak terlalu gelap lah, masih ada kesan fantasy-nya. Tidak terlalu berlebihan juga, terutama di episode 4 yang memang perlu banyak efek warna untuk Claire. Editing-nya clean, namun tidak begitu bagus di episode awal sampai episode 3.

Cinematography, Special Effects, Editing Score : 9

PRODUCTION DESIGN

Ketika pertama kali melihat trailer-nya, saya tahu bahwa GMMTV is going all out! Sets-nya bagus dan cocok untuk perwujudan Ritdha sebagai sekolah terbaik di negerinya. Kostum, ya seperti biasa seragam sekolah Thailand, ya begitu wujudnya 😆 Sets-nya cukup mendukung atmosfir di kamera, bersatu dengan baik dengan tone-nya. Saya yakin budget untuk series ini pasti banyak banget. Aktor populer semua, sinematografinya jos, apalagi produksinya yang aduhai. Namun sebanding dengan hasil yang dicapai. #TheGiftedSeries di twitter Thailand trending terus 😆

Production Design Score : 9

THE GIFTED Series
Total Score : 54.1
Average Score : 9.01
Grade : A
Predicate : Very Recommended!



Support THE GIFTED here!




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In kompetisi lombablog sehatnegeriku study stunting tips

4 Besar 5 Pintar : Menuju Indonesia Sehat Melalui Langkah Mandiri Pencegahan Stunting



     Pembaca pasti sering mendengar kata “stunting”, baik melalui iklan di televisi, berita di surat kabar, maupun kampanye-kampanye yang gencar dilakukan pemerintah dan Kementrian Kesehatan akhir-akhir ini. Pembaca juga pasti sering mendengar kalimat “Cegah kekerdilan, ini penting” dalam iklan Gerakan Masyarakat cegah stunting. Namun sebelumnya, apakah pembaca sudah tahu apa itu stunting?


Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, saat memberikan materi bertajuk “Mewujudkan Indonesia Sehat Melalui Percepatan Penurunan Stunting". Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

      United Nations Children’s Fund (UNICEF) mendefiniskan stunting sebagai kondisi kronis kurang gizi pada momen kritis awal pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu pada usia 0 sampai 59 bulan. Kondisi stunting dapat diukur dari z-score untuk height-for-age dengan deviasi standar lebih dari 2 di bawah median World Health Organization (WHO) Child Growth Standards, yang menunjukkan terbatasnya situasi tumbuh kembang anak.   
   Stunting menyebabkan seseorang tumbuh lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain seusianya. Selain itu stunting dapat membatasi pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif penderitanya sehingga menghalangi mereka untuk meraih potensi perkembangan dengan sempurna. Penderita stunting  juga lebih rentan terhadap penyakit kronis pada saat dewasa dan memiliki kecenderungan angka kematian yang lebih tinggi.

Stunting. Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

       Kondisi stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya :
1. Minimnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi
     Kurangnya edukasi tentang kesehatan dan gizi, baik pada sebelum masa kehamilan, pada masa kehamilan dan setelah ibu melahirkan dapat menyebabkan gizi buruk pada ibu hamil dan balita. Banyak ibu yang belum mengetahui pentingnya kesehatan mereka saat kehamilan, pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan Pengganti ASI (MP-ASI).
2. Terbatasnya layanan kesehatan
     Luasnya wilayah Indonesia membuat tidak semua daerah mendapatkan pembangunan yang merata sehingga banyak wilayah yang masih memiliki keterbatasan dalam layanan kesehatan. Hal tersebut juga tidak diikuti dengan semangat orang tua dalam mendapatkan layanan kesehatan terbaik bagi anaknya. Hal ini terlihat jelas dari menurunnya partisipasi anak dalam Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan imunisasi yang bahkan masih menjadi pro-kontra di masyarakat.
3. Kurangnya akses terhadap makanan bergizi
      Di Indonesia masih terdapat banyak masyarakat miskin yang jumlahnya mencapai 25,95 juta jiwa berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat yang ekonominya lemah sering kesulitan untuk mendapatkan makanan bergizi karena harga makanan yang cenderung mahal, sehingga banyak ibu hamil dan anak yang kekurangan gizi.
4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
      Faktor ini masih berkaitan dengan banyaknya penduduk miskin di Indonesia yang menyebabkan sulitnya mendapatkan air bersih serta sanitasi yang memadai. Selain itu banyak masyarakat yang tidak menjaga kebersihan dan suka membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan air bersih tercemar.

     Setelah mengetahui pengertian dari stunting dan penyebabnya, pembaca mungkin bertanya-tanya, kenapa pemerintah Indonesia sangat memperhatikan permasalahan stunting. Ternyata hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 menunjukkan banyak anak Indonesia yang mengalami stunting. Bahkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2%, yang berarti 1 dari 3 anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal. Padahal batasan maksimal WHO untuk prevalensi stunting di sebuah negara adalah <20%. Maka tidak heran apabila pemerintah Indonesia sangat memperhatikan permasalahan stunting, bahkan menetapkan Kampanye Nasional Pencegahan Stunting sejak 16 September 2016.
      Untuk membantu pemerintah menyukseskan program pencegahan stunting, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh para calon ibu, ibu hamil, dan para orang tua yang menginginkan anaknya bisa terhindar dari stunting. Langkah-langkah tersebut akan sangat baik apabila dapat dilakukan pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) anak. Karena 1000 HPK anak merupakan intervensi paling penting untuk mencegah stunting.
     Penulis merumuskan langkah tersebut sebagai “4 Besar 5 Pintar” dengan harapan apabila langkah tersebut dapat dilakukan, maka anak Indonesia akan tumbuh besar, sehat dan pintar. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :


1. Mengkonsumsi makanan bergizi
      Mengkonsumsi makanan bergizi harus dilakukan selama proses kehamilan, karena apabila ibu kekurangan nutrisi selama masa kehamilan, hal tersebut akan berdampak pada perkembangan janin. WHO sendiri merekomendasikan edukasi gizi dan peningkatan energi harian serta konsumsi protein untuk ibu hamil agar resiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah dapat dikurangi.
      Ada beberapa jenis makanan bergizi yang murah meriah dan bisa didapatkan oleh siapa saja yang juga dapat ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Contohnya adalah pisang yang berguna untuk membantu  perkembangan otak, sistem saraf serta kulit dan jaringan bayi. Selain itu sayur hijau seperti bayam yang memiliki kandungan zat besi dan asam folat juga baik untuk mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf dan mengurangi risiko bayi lahir prematur. Buah mangga yang mengandung banyak vitamin juga bagus untuk menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh. Tidak lupa ibu hamil juga harus mengkonsumsi air putih yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan agar tidak terjadi dehidrasi.
2. Memberikan ASI eksklusif dan MP-ASI pada anak
      ASI eksklusif dapat mencegah stunting pada anak. ASI eksklusif wajib diberikan pada bayi usia 0 sampai 6 bulan. ASI eksklusif mengandung zat kekebalan tubuh yang tidak terdapat pada susu formula yang dapat menjadi antibodi alami dan melindungi anak dari alergi. Setelah usia 6 bulan, bayi baru boleh diberikan MP-ASI. MP-ASI dibutuhkan oleh bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan bayi. MP-ASI yang baik adalah makanan yang mengandung zat besi dan asam amino yang berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan fungsi kognitif.
3. Menjaga kebersihan dan sanitasi
     Sulitnya akses air bersih serta kondisi sanitasi yang buruk dapat memicu stunting pada anak. Untuk itu para pembaca dapat melakukan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan pemerintah dengan melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. Mencuci tangan menggunakan sabun.
b. Berhenti membuang air besar sembarangan.
c. Mengelola air minum dan makanan rumah tangga dengan baik.
d. Mengelola sampah rumah tangga.
e. Mengelola limbah cair rumah tangga.
4. Melakukan imunisasi lengkap
      Selama masa kehamilan, daya tahan tubuh ibu cenderung menurun sehingga dapat berdampak pada bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, untuk mencegah stunting serta meningkatkan kekebalan tubuh ibu terhadap infeksi parasit, bakteri maupun virus, ibu hamil perlu untuk melakukan vaksinasi. Ada beberapa vaksinasi yang aman dilakukan ibu hamil karena berasal dari virus yang sudah tidak aktif seperti vaksin Influenza untuk mencegah ibu terkena virus influenza, vaksin Tetanus Toxoid (TT) untuk melindungi ibu dan bayi dalam kandungan dari bakteri penyebab tetanus, vaksin Hepatitis B untuk mencegah penyebaran infeksi virus Hepatitis B pada bayi, serta vaksin Meningococcal untuk mencegah ibu dan anak dari penyakit radang selaput otak.
     Selain ibu hamil, anak juga perlu mendapatkan imunisasi untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus sehingga menyebabkan penyakit pada anak. Jenis imunisasi yang dapat diberikan pada anak dalam 1000 HPK mereka adalah Polio, Campak, DPT, BCG, Pneumokokus, HiB, Hepatitis B dan rotavirus.
5. Memonitor tumbuh kembang anak
      Untuk melengkapi langkah pencegahan stunting, ibu harus memonitor tumbuh kembang anak. Kegiatan monitor ini dapat dilakukan di posyandu terdekat. Di posyandu ibu dapat memonitor grafik berat badan tinggi badan anak setiap bulan. Ibu juga akan mendapatkan konsultasi dengan petugas kesehatan serta informasi tindakan lebih lanjut apabila tumbuh kembang anak tidak normal. Anak juga akan mendapatkan vitamin A setiap bulan yang baik untuk kesehatan mata dan kekebalan tubuh. Selain itu di posyandu anak juga mendapatkan imunisasi gratis dalam program imunisasi yang dicanangkan pemerintah.

    Demikian adalah langkah-langkah mandiri pencegahan stunting “4 Besar 5 Pintar” dapat dilakukan ibu di rumah. Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga harus dilakukan oleh segenap elemen masyarakat termasuk para ibu dan segenap pembaca sekalian. Karena meskipun pemerintah sudah mencanangkan Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting, rencana tersebut hanya akan menjadi sebuah rencana tanpa hasil apabila tidak ada keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat.

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek,bersama anak-anak. Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id 

     Kita semua harus optimis bahwa Indonesia dapat mengatasi stunting yang menimpa generasi penerusnya. Kita bisa berkaca dari negara lain seperti Peru yang dapat menekan angka prevalensi stunting mereka dengan komitmen dan kerja keras pemerintah, masyarakat serta bantuan dari banyak partner seperti UNICEF dan United States Agency for International Development. Atau Bangladesh yang melakukan pemberdayaan wanita sehingga terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencegahan stunting yang dilakukan oleh pemerintah mereka.
      Oleh karena itu, segenap rakyat Indonesia juga harus bekerja sama untuk mencegah stunting serta meningkatkan partisipasi dalam kegiatan pencegahan stunting yang dicanangkan pemerintah, sehingga Indonesia bisa mengurangi angka prevalensi stunting dan menuju Indonesia sehat!


Artikel ini disertakan dalam Kompetisi Media Sosial 2018 oleh Kementrian Kesehatan. Link : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180813/4127351/kompetisi-media-sosial-2018/


REFERENSI :

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Diakses dari  http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf

United Nations Children's Fund (UNICEF). (2013). IMPROVING CHILD NUTRITION : The Achievable Imperatibe for Global Progress. Diakses dari https://www.unicef.org/gambia/Improving_Child_Nutrition_-_the_achievable_imperative_for_global_progress.pdf

World Health Organization (WHO). (2018). REDUCING STUNTING IN CHILDREN : Equity Considerations for Achieving The Global Nutrition Targets 2025. Diakses dari http://www.who.int/nutrition/publications/severemalnutrition/reducing-stunting-children-equity/en/

4 Imunisasi Yang Diperbolehkan Untuk Ibu Hamil. (2018). Diakses 25 September 2018 dari http://www.frisco.co.id/artikel/4-imunisasi-yang-diperbolehkan-untuk-ibu-hamil

5 Manfaat Datang ke Posyandu bagi Ibu dan Anak. (2017). Diakses 25 September 2018 dari http://lifestyle.okezone.com/read/2017/04/29/481/1679341/5-manfaat-datang-ke-posyandu-bagi-ibu-dan-anak

15 Manfaat Menakjubkan ASI Eksklusif untuk Bayi. (2017). Diakses 25 September 2018 dari http://www.jawapos.com/kesehatan/childrens/09/02/2017/15-manfaat-menakjubkan-asi-eksklusif-untuk-bayi

BPS : Penduduk Miskin di Indonesia 25,95 Juta Orang Pada Maret 2018. (2018). Diakses 25 September 2018 dari http://tirto.id/bps-penduduk-miskin-di-indonesia-2595-juta-orang-pada-maret-2018-cPhj

Daftar Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil dan Manfaatnya. (2018). Diakses 25 September 2018 dari http://www.alodokter.com/daftar-makanan-bergizi-untuk-ibu-hamil-dan-manfaatnya

Ibu, Tepati Jadwal Imunisasi demi Keselamatan Buah Hati. (2018). Diakses 25 September 2018 dari http://www.alodokter.com/ibu-tepati-jadwal-imunisasi-demi-keselamatan-buah-hati.html

Ketahui Manfaat MP-ASI untuk Bayi Usia di Atas 6 Bulan. (2016). Diakses 25 September 2018 dari http://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/782290-ketahui-manfaat-mp-asi-untuk-bayi-usia-di-atas-6-bulan

Pemerintah Resmi Kampanye Pencegahan Stunting. (2018). Diakses 25 September 2018 dari http://nasional.tempo.co/read/1126921/pemerintah-resmi-kampanye-pencegahan-stunting








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In life

Getting Started With Yoga


Beberapa bulan ini adik saya, Rossihan, sibuk dengan latihan bela dirinya. Dia memang sudah tingkat akhir dan akan menjalani ujian bulan ini, jadi kegiatan latihannya memang cukup padat, bahkan hingga dua kali seminggu. Akibatnya, saya tidak punya partner olahraga dan main badminton sehingga beberapa bulan ini tubuh saya sering letih dan lesu.

Saya mencoba mencari alternatif olahraga-olahraga yang bisa saya lakukan sendirian di rumah. Ada banyak, lari dan sebagainya. Tapi saya kurang suka lari sebenarnya, jadi saya pilih yang lain, yoga.
Saya memilih yoga karena yoga bermanfaat untuk tubuh dan pikiran. Selain membantu tubuh menjadi lebih segar, yoga juga dapat mengendalikan stress dan emosi.

Yoga ini gerakannya ada bermacam-macam. Karena saya masih baru dan tubuhnya belum sepenuhnya lentur dan rileks, saya memilih menggunakan beginner routine dari yogajournal.com. Gerakan yang saya suka ada easy pose (untuk meditasi), cobra pose, cow face pose (paling favorit saya), gate pose dan warrior pose. Gerakannya cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Saya biasanya melakukannya saat pagi hari selama 15-20 menit. Karena saya masih baru, kadang kalau lagi mencoba beberapa pose bisa geser sendiri atau jatuh sendiri, saking kakunya tubuh saya. Tapi saya cukup menikmatinya. Setelah yoga memang tubuh dan pikiran rasanya lebih segar.

Karena kemudahannya, tak perlu equipment dan partner, untuk yang membutuhkan olahraga sederhana untuk membakar kalori, saya merekomendasikan yoga. Yuk, dicoba di rumah!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments